Kelebihan dan Kekurangan Buku Cetak

  1. Jenis – jenis Buku
  • Novel

Novel adalah karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang disekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku (KBBI, hal:788).Novella (bahasa itali) mengandung pengertian yang sama dengan istilah Indonesia novelette, yang berarti sebuah karya prosa fiksi yang panjangnya cukupan, tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek. Dari beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa novel adalah sebuah cerita yang bebentuk prosa yang panjang dan mengandung cerita kehidupan seseorang dengan orang disekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku.

  • Ensiklopedia

Menurut situs Kamus Besar Bahasa Indonesia (kbbi.web.id), ensiklopedia adalah buku (atau serangkaian buku) yg menghimpun keterangan atau uraian tt berbagai hal dl bidang seni dan ilmu pengetahuan, yg disusun menurut abjad atau menurut lingkungan ilmu

  • Majalah

Menurut situs Kamus Besar Bahasa Indonesia (kbbi.web.id), majalah adalah terbitan berkala yg isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tt topik aktual yg patut diketahui pembaca, dan menurut waktu penerbitannya dibedakan atas majalah bulanan, tengah bulanan, mingguan, dsb dan menurut pengkhususan isinya dibedakan atas majalah berita, wanita, remaja, olahraga, sastra, ilmu pengetahuan tertentu, dsb.

  • Komik

Menurut situs Kamus Besar Bahasa Indonesia (kbbi.web.id), komik adalah cerita bergambar (dl majalah, surat kabar, atau berbentuk buku) yg umumnya mudah dicerna dan lucu.

  • Biografi

Menurut situs Kamus Besar Bahasa Indonesia (kbbi.web.id),  biografi adalah buku yang berisi riwayat hidup (seseorang) yg ditulis oleh orang lain.

  • Dan lain – lain.
  1. Kelebihan Buku Cetak
  2. Buku cetak tidak membutuhkan perangkat elektronik.

Tidak semua orang mempunyai perangkat elektronik canggih yang bisa             mereka gunakan untuk membaca buku elektronik. Selain itu, harganya juga             relatif mahal bagi mayoritas warga Indonesia dengan penghasilan pas-pasan.             Selain itu, harga e-book reader juga masih cukup mahal bagi mereka yang             tidak terlalu gemar membaca. Ketidakmampuan untuk membeli perangkat             tersebut membuat orang lebih memilih menggunakan buku cetak untuk belajar             atau mendapatkan ilmu baru.

  1. Buku cetak tidak membuat mata cepat lelah.

Jika Anda menatap layar perangkat elektronik Anda, mata Anda bisa cepat             lelah. Ketika membaca e-book, Anda harus menatap layar tersebut selama             berjam-jam. Cara ini bisa membuat mata lelah dan konsentrasi membaca pun      berkurang. Buku cetak masih nyaman untuk dibaca, dan kita juga masih             terbiasa membaca dengan cara seperti ini.

  1. Buku Cetak bisa dijadikan hiasan.
    Anda bisa menjadikan buku sebagai hiasan rumah, dengan menyusunnya sekreatif mungkin. Sementara e-book hanya bisa dilihat tanpa bisa disentuh sehingga hanya bisa dibaca saja.
  2. Buku cetak bisa ditandatangani.
    Anda bisa memberi catatan kecil atau tanda tangan pada buku kesayangan Anda. Sementara Anda tidak bisa memperlakukan hal yang sama pad e-book.
  3. Buku cetak bisa disentuh dan dirasakan.
    Sebuah buku bukan hanya obyek, tapi hampir seperti makhluk hidup. Ketika Anda memilih sebuah buku dari toko, Anda menyentuhnya, memeriksa covernya dan membaca sinopsis di belakang. Anda pada dasarnya berinteraksi dengan buku. Dalam media elektronik, Anda tidak bisa melakukan interaksi lebih.
  1. Kekurangan Buku Cetak
  2. Adanya buku cetak merangsang penggundulan hutan.

Buku cetak memerlukan dukungan bahan baku (kertas). Bahan baku kertas bersumber dari alam, yaitu tumbuhan dan pepohonan (serat selulosa dan hemiselulosa). Padahal Di dunia ini penggundulan hutan terus terjadi. Upaya untuk melakukan penghijauan kembali (reboisasi), cenderung lambat. Kondisi seperti ini jelas akan mengakibatkan pasokan bahan baku kertas berkurang. Imbasnya, tentu saja melambungnya harga kertas. Apabila harga kertas tinggi, maka harga sebuah buku menjadi mahal.

  1. Kertas mudah lapuk bila tidak dirawat dengan baik dan perawatan buku tergolong mahal

Bila tidak dirawat dengan baik, buku mudah rusak. Gangguan rayap, lingkungan, dan suhu udara yang berpengaruh pada kelembaban menyebabkan kualitas sebuah buku cepat sekali mengalami degradasi (kerusakan). Diperlukan perawatan dan pemeliharaan yang intensif agar kualitas buku dapat tetap terjaga dengan baik. Mungkin dari segi biaya, memerlukan dana yang tidak sedikit.

  1. Kecintaan orang terhadap membaca dan menulis semakin menurun.

Perlu dukungan yang maksimal dari pemerintah untuk menjaga minat warga agar tetap senang membaca dan menulis meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi.


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s